Pages

Minggu, Juli 15, 2012

Matahari Sore


Desir angin  menembus di antara dedaunan

hangatnya matahari sore menghangatkan suasana

kepulan asap yang mengepul dari secangkir teh yang ditemani sepotong kue coklat

membayangkan indahnya hari esok

sebentar lagi matahari terbenam, hilang ditelan bumi yang sedang berputar

kegelapan akan segera menghampiri

jangan bersedih

cahaya pasti akan datang pada esok hari...


Minggu, September 11, 2011

THE JACATRA SECRET


Judul :   The Jacatra Secret : Misteri satanic symbols di Jakarta

Penulis : Rizki Ridyasmara

Penerbit : The Conspiratus Society Forum

Tahun : 2009   

VOC membangun Batavia sebagai loji terbesar Freemasonry, kelompok persaudaraan Luciferian di Nusantara. Sebab itu, banyak symbol satan yang disusupkan ke dalam arsitektur kota Jakarta yang masih bisa disaksikan hingga hari ini. Ikuti penelusuran dokter john grant dan Angelina Dimitrea dalam menyibak rahasia-rahasia Jakarta: dari symbol Bunga Pagan dan persaudaraan Ular di Museum Fatahillah, Simbol Baphomet di menteng, The sacred Sextum di Obelisk Monas, Ra Goddes Eye’s di Bundaran Hotel Indonesia, symbol mahaguru Freemason di kebon Jahe Kober, gedung-gedung luciferian, hingga symbol angka 666 dan 13-The satanic number – di sekitar kita.
Semua deskripsi dan foto tentang arsitektur museum, tata ruang kota, prasasti makam dan monument dalam Novel ini otentik.                                                                                                                                    

Minggu, September 04, 2011

Surat Kabar Rindu

Seiring waktu berjalan...

Seiring mimpi yang terlintas dalam indahnya bayangmu...

Keindahan langit bergemerlap bintang terang...

Dalam doaku berharap, akan adanya keajaiban...

Keajaiban akan hadirnya dirimu dalam kehidupan...

Kehidupan yang dihiasi dengan bahasa kalbu...

Bahasa yang mewakili perasaan hati...

Bahasa hati yang terlanjur tersimpan begitu lama.

Jumat, September 02, 2011

Kupu-kupu Cahaya

Kerlap kerlip titik-titik cahaya...

Warna warni indah segarkan pesona...

Pesona keindahan sebuah rupawan...

Irama nada sayap yang melambai-lambai...

Melewati malam yang semakin larut...

Pendaran cahaya bak salju musim dingin yang turun perlahan...

kupu-kupu itu mulai datang menghampiri hati yang selama ini redup..

Redup akan cahaya kasih sayang...

Redup akan kedamaian hati yang suci.

Kamis, September 01, 2011

MENULIS TANPA KONSEP


Menulis merupakan kegitan menyalurkan ide-ide atau unek-unek melalui tulisan. Hal-hal yang dilakukan oleh otak kita kita lakukan dengan kegiatan yang namanya menulis. Menulis sebuah cerita , menulis suatu berita, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan menulis. Karena menulis itu ibarat berbicara. Kita berbicara panjang lebar, sama halnya dengan menulis. Tapi menulis perlu adanya kalimat yang jelas agar tulisan itu dapat dimengerti oleh pembacanya. Kalo berbicara kita hanya mendengarkan apa yang telah dibicarakan, tetapi lain halnya dengan menulis, kita dapat membaca hasil tulisan dan mungkin saja hasil tulisan tersebut kita dapat diskusikan bersama dengan yang lain seperti berbicara dengan teman kita ataupun dengan siapapun yang ingin kita ajak diskusi tentang suatu topik tertentu..
    Tapi pertanyaan sekarang kalo kita menulis, apa yang ingin kita tulis? Pertanyaan umum yang sering kita dengar sehari-hari. Namun kita harus mulai dengan tulisan yang mudah bagi kita untuk menuliskan. Ibaratkan saja kita menulis, seperti halnya kita mengobrol dengan orang lain, banyak hal yang dapat kita tuliskan, seperti hanya kita berbicara. Banyak hal yang ingin kita bicarakan, kita dapat salurkan melalu tulisan. Misalanya saja kita punya hobi dengan olahraga sepak bola. Kita ingin menuliskan hal-hal tentang olahraga sepak bola. Tuliskan saja hal-hal tentang sepak bola seperti, siapa pemainnya, bagaimana jalannya pertandingan, atau hal-hal yang menarik dalam suatu pertandingan sepak bola. Kita tuliskan semua saja tanpa kita harus memikirkan apa tulisan kita layak untuk dibaca. Yang penting kan tulisan itu jelas dan dapat dimengerti oleh pembaca.
    Namun semua itu tidak dapat terwujud menjadi sebuah tulisan, apabila kita tidak memulainya. Mulai adalah kata pertama dan tindakan pertama yang harus kita lakukan untuk memulai menulis. Kalo kita tidak mulai, bagaimana tulisan itu dapat terwujud, jangan kan terwujud terbaca saja pun tidak bisa karena tulisan itu belum kita tulis. Kita bisa memulai tulisan, dengan cara menuliskan di atas kertas maupun dengan cara mengetik dengan menggunakan komputer.
    Kita dapat menuangkan ide-ide brilian kita dengan menuliskannya. Bahkan apabila kita mendapatkan suatu ilmu maka kita diharapkan dapat mengikatnya dengan menuliskannya. Sama halnya dengan berburu, kita ingin berburu hewan makan kita harus menyiapkan peralatan berburu, seperti senjata untuk melumpuhkan buruannya dan juga tali untuk mengikat buruannya tersebut. Nah kita ingin berburu suatu ilmu maka kita gunakan senjata untuk mendapatkan ilmu tersebut dengan cara menuliskannya. Bahkan ada pepatah yang mengatakan “ ikatlah ilmu dengan tulisan”. Maka apabila kita ingin ilmu yang kita peroleh tidak hilang begitu saja maka diharapkan kita dapat menuliskannya. Mungkin saja ilmu yang kita peroleh bisa jadi bermanfaat bagi orang lain. Orang lain pun dapat menjadi tahu ilmu yang kita peroleh dengan membaca hasil tulisan kita.
    Dengan menulis kita mendapatkan maanfaat yang banyak sekali. Seperti hasil tulisan kita dapat dibaca oleh orang lain, kemudian apabila tulisan kita mengandung ilmu, orang lain pun dapat mengambil ilmu tersebut dan menjadi lebih semakin tahu. Dan juga ilmu yang kita bagikan dapat terus diingat sampai kapanpun.

Selasa, Agustus 30, 2011

KEGIATAN KEPUSTAKAWANAN ISLAM

    Pada zaman perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan Islam. Buku mempunyai nilai yang tinggi. Disamping itu pula berkembang pula perpustakaan-perpustakaan yang bersifat umum. Perpustakaan-perpustakaan dalam dunia Islam dikatakan sudah menjadi aspek budaya yang penting sekaligus sebagai tempat belajar, Sumber pengembangan ilmu pengetahuan, tempat membaca bahkan juga tempat belajar berhalaqah. Oleh karena itu perpustakaan merupakan salah satu tempat pendidikan dan pengajaran dalam sejarah pendidikan Islam. Kegiatan kepustakawanan dalam sejarah umat Islam dalam melakukan kegiatan pengumpulan dan organisasi telah ada. Kegiatan tersebut telah dilakukan oleh an-Nadim dalam karyanya berupa al-Fihrist atau Index an-Nadim dalam karya tersebut mendaftar nama-nama penulis, paling tidak yang diketahuinya baik penerjemah ataupun penulis asli, judul tanggal dan tempat lahir, dll. Indeks ini dilengkapi dengan bahan-bahan sejarah yang sangat penting bagi para ahli abad pertengahan.

  1. Kegiatan Pengumpulan

Dalam masa-masa pertama Islam, buku-buku sangat mahal harganaya karena buku ditulis dengan tangan, ditulis oleh para penyalin yang pintar seni tulis tangan, mereka teliti dan amat dalam menyalin. Oleh karena itu buku-buku hanya dapat dibeli dan dimiliki oleh hartawan dan orang-orang berada yang mereka beli dari karyawan-karyawan muslim. Hartawan di masa lalu sengaja mengangkat penulis untuk menyalin buku yang ada dalam perpustakaan yang mereka kehendaki, dan para penyalin itu diberi upah yang besar. Khalifah al-Ma’mun pernah memberikan kepada juru salin Husein bin Ishaq, berupa emas murni yang beratnya sama dengan berat buku yang ia terjemahkan. Toko buku di Ibukota Negara Islam semakin banyak, hal ini menunnjukkan betapa besar perhatian kaum muslim terhadap ilmu pengetahuan. Sebelum ditemukannya alat cetak, para penjual buku bekerja menyalin buku-buku kemudian menjualnya.
Perpustakan yang paling popular di Andalusia ialah perpustakaan pemerintahan kedua dimana tersimpan 400.000 buku. Dengan segala usaha kaum Muslim berlomba-lomba mendirikan perpustakaan, bahkan kaum wanita dan hamba sahaya pun tidak ketinggalan untuk mengumpulkan buku. Ada diantara mereka yang mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan perpustakaan, mencari buku-buku dan melengkapi perpustakaan, meskipun buku tersebut harganya tinggi karena merupakan buku-buku tulisan tangan, oleh karena harganya tinggi maka tidak ada yang sanggup memilikinya kecuali hartawan dan orang-orang berada.
Berdasarkan sudut pandang sejarah, al-Fihrist karya Muhammad ibn Ishaq an-Nadim, yang telah dikenal dengan Index of Nadim, merupakan salah satu dokumen terpenting dalam kebudayaan Islam. Banyak sekali pengetahuan tentang ilmu-ilmu Islam, baik dalam terjemahan karya-karya klasik berbahasa Arab maupun dalam bentuk nuku-buku, hingga dasawarsa terakhir abad ke-19. Indeks mengenai buku-buku dari semua bangsa arab dan non Arab yang ditulis dalam bahasa arab dan huruf Arab, dalam semua cabang ilmu pengetahuan., disertai penjelasan tentang penyusunannya, kelas-kelas pengarangnya dan silsilah mereka, tanggal lahir mereka, umur mereka, tanggal kematian mereka, letak negara mereka serta kelebihan dan kekurangan mereka.
Al-Fihrist atau Index karya an-Nadim mungkin salah satu dokumen dalam bahasa arab yang paling bernilai, dan sudah barang tentu dalam keseluruhan abad pertengahan kebudayaan Islam, dengan mendaftar nama-nama penulis paling tidak yang diketahuinya baik penerjemah ataupun penulis asli yan telah menulis karya dalam bahasa Arab hingga dekade akhir abad ke-10, judul dari karya mereka, kebangsaan mereka, tanggal dan tempat mereka lahir dan meninggal dunia, serta informasi menarik tentang karakter, kecendekiawanan dan kehidupan beberapa dari mereka, an-Nadim telah melengkapi Index ini dengan bahan-bahan sejarah yang sangat penting bagi para ahli abad pertengahan, disamping para mahasiswa Muslim dan kebudayaan Arab.

  1. Kegiatan Pengorganisasian

  • Perpustakaan Baitul Hikmah

Perpustakaan Baitul Hikmah didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyid di kota Baghdad. Berisi tidak kurang dari 100 volume, sebanyak 600 jilid buku, termasuk 2400 buah AL-Qur’an berhiaskan emas dan perak disimpan di ruang terpisah dan berisi pula buku-buku dan tulisan-tulisan dari berbagai bahasa, antara lain bahasa hindu, Persia. Buku-buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Buku-buku lainnya tentang ilmu hukum (fiqih), tata bahasa, retorika, sejarah, biografi, astronomi,dan ilmu kimia tersimpan dalam rak buku yang luas di sepanjang dinding yang terbagi dalam susunan di atas rak-rak buku, masing-masing memiliki 1 pintu dengan sebuah kunci. Di atas pintu masing-masing bagian, tergantung satu daftar buku-buku yang ada di dalamnya, demikian pula keterangan tentang buku-buku yang tidak ada dari masing-masing cabang ilmu pengetahuan. Buku-buku di perpustakaan seperti Bayt al-hikmah, tidak ditata menurut materi subjek, tetapi diklasifikasikan sedemikian rupa. Dengan berkembangnya buku dan perpustakaan diiringi oleh kemajuan ilmu pengetahuan, banyak bermunculan pola-pola pengklasifikasian.
Banyak diantar buku-buku terjemahan dari bahasa-bahasa bukan Arab seperti bahasa Yunani dan Sanskrit, yang menyemarakan perpustakaan ini, yang terdaftar dalam sebuah katalog bernama Fihrist karya ibn an-Nadim dan kasyfu Dzunnun karya Haji Khalifah. Putra harun ar-Rasyid, Khalifah al-Makmun ar-Rasyid, diriwayatkan telah mempekerjakan cendekiawan-cendekiawan terkenal seperti al-Kindi, untuk menerjemahkan karya karya-karya Aristoteles ke dalam bahasa arab. Al-kindi sendiri menulis hampir tiga ratus buku tentang masalah-masalah kedokteran. Filsafat sampai musik yang disimpan di Bayt al-Hikmah. Musa al-khawarizmi, matematikawan ternama dan penemu aljabar juga bekerja di tempat ini dan menulis buku terkenalnya kitab Al-Jabr wa al-Muqabilah.
Perpustakaan ini dianggap sebagai perpustakaan umum pertama dalam dunia Islam, tetapi pada masa itu, bukan hanya Baghdad saja yang memiliki perpustakaan besar. Hampir semua kota besar di dunia Islam memiliki perpustakaan yang patut disebut Bayt al-hikmah ( Rumah Kebijaksanaan ) atau dar al-‘ilm ( Rumah Ilmu ). Kairo, misalnya memiliki Khazain al-Qusu, perpustakaan yang bagus sekali didirikan oleh penguasa Dinasti Fatimiyah, Khalifah al-Aziz ibn al-Muiz. Dalam empat puluh ruangannya, lebih 1,6 juta buku disimpan dengan menggunakan suatu sistem pengklasifikasian yang canggih.


  • Perpustakaan Assamaniyin

Ibnu Sina pernah menulis tentang perpustakaan Assamaniyin yang terletak di Bukhara yang beliau pernah mengunjunginya, menurutnya perpustakaan itu memiliki banyak kamar, di setiap kamar ada peti buku, rak bersusun tingkat, diantaranya berisi buku–buku bahasa Arab dan syair-syair, dibagian lain terdapat buku fiqih, begitulah setiap kamar terdapat buku mengenai ilmu-ilmu tersendiri. perpustakaan itu teratur sedemikian rupa dengan katalog yang tersusun rapi sehingga mudah bagi orang-orang yang ingin mencari buku. Setiap perpustakaan itu mempunyai pengurusnya sendiri, mempunyai juru penyalin, mempunyai penterjemah, tukang jilid dan petugas lain untuk menyerahterimakan buku-buku kepada si peminjam. Penguasa perpustakaan itu dipilihkan dari ulama-ulama, sastrawan., pengarang yang terkenal, seperti : Sahal bin Harun, Ibnu maskawiyah, dan Abi Yusuf al-Asfarayini.

  • Perpustakaan Adud ad-Dawlah

Perpustakaan Adud ad-Dawlah (wafat 982) memiliki 2 cabang. Disamping 1 perpustakaan miliknya di Basrah, ia membangun sebuah perpustakaan yang luas di pekarangan istananya di Shiraz, dipimpin oleh seorang pustakawan, seorang pengawas dan seorang direktur ( Hazin, Mastrif dan Wahil ), perpustakaan tersebut berisi banyak buku-buku literatur ilmiah. Cyril Elgood menyatakan dalam A Medical History of Persia. Buku-buku tersimpan memanjang ( dalam garis bujur ) ruang (hall) yang melengkung dengan banyak kamar di semua sudutnya, pada dinding ruang tersebut ditempatkan rak buku setinggi 6 kaki dan lebar 3 yard, terbuat dari kayu berukir, dengan pintu – pintu tertutup dari setiap cabang ilmu pengetahuan memiliki kotak-kotak buku dan katalogus yang terpisah.

  • Perpustakaan Madrasah Nizamiah
Perpustakaan lain yang tak kalah besarnya adalah perpustakaan di Madrasah Nizamiah yang didirikan pada 1065 M oleh Nizam al-Mulk yang merupakan seorang perdana menteri dalam pemerintahan Saljuk, Malik Syah. Koleksi di perpustakaan ini diperoleh sebagian besar melalui sumbangan : misalnya sejarawan Ibn al-Atsir mengatakan bahwa Muhib al-Din ibn an-Najjar al-Baghdadi mewariskan dua koleksi besar pribadinya kepada perpustakaan ini. Khalifah an-Natsir menyumbangkan beribu-ribu buku dari koleksi kerajaannya. Nizamiah mempekerjakan pustakawan-pustakawan tetap sebagai staf, yang menerima gaji besar. Hal ini bukan hanya terjadi di perpustakaan Nizamiah saja, hampir di seluruh perpustakaan zaman tersebut. Beberapa pustakawan terkenal Nizamiah adalah Abu Zakariya Tibrizi dan Ya’qub ibn Sulaiman al-Askari. Pada tahun 1116 M perpustakaan ini mengalami musibah kebakaran hebat yang menghabiskan seluruh bangunan dan isinya.

  • Perpustakaan al-Ma’arif

Perpustakaan al-Ma’arif berisi ribuan buku-buku dari setiap cabang ilmu pengetahuan dengan kalimat–kalimat indah tertulis di sampul belakang tiap-tiap volume. Tentang keadaan isinya dari pada setiap volume buku–buku kedokteran serta pengetahuan ilmiah, ditulis komentar yang bagus dan penjelasan yang bermanfaat oleh al-Ma’arif sendiri.
Sastrawan, sejarawan dan penulis risalah, Abu Bakar al-Suli, memiliki perpustakaan yang disusun menurut tema setiap buku, dan setiap cabang yang dibedakan dari warna jilidnya masing-masing


PENUTUP

Dilihat dari penataan koleksi, perpustakaan-perpustakaan zaman tersebut sudah menata buku berdasarkan klasifikasi ilmu pengetahuan tertentu. Mereka telah membuat sistem klasifikasi ilmu pengetahuan yang diterapkan untuk penataan buku di perpustakaan. Diantara klasifikasi yang paling terkenal adalah yang dibuat oleh : al-Kindi ( 801-973 M ), al-Farabi ( wafat pada 950 M ), ibn Sina ( 980-1037 M ), al-Ghazali ( 1058-1111 M ), ar-Razi ( 864-925 M ) dan ibn Khaldun ( 1332-1403 M ). Pustakawan sebagai seorang yang bekerja di perpustakaan juga memiliki kualitas yang benar-benar tinggi. Terdapat beberapa pustakawan yang bertindak sebagai pustakawan dilain pihak mereka juga adalah penulis–penulis terkenal karya-karya terjemahan dari bahasa Yunani dan Persia. Misalnya perpustakaan subur dipimpin oleh al-Murtadha, seorang alim dan cukup besar pengaruhnya di kalangan cendekiawan. Dar al-‘Ilm di Kairo dipimpin oleh Hakim Abd al-Aziz, yang terkenal karena penguasaannya akan yurisprudensi. Profesi pustakawan zaman itu memeberikan kehormatan yang tinggi dan gaji yang cukup besar.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Abrasyi, ‘Athiyah. Dasar –dasar Pokok Pendidikan Islam. Jakarta : Bulan Bintang.
Andy. Menyingkap Zaman Keemasan Perpustakaan : Refleksi historis zaman kekhalifahan. Artikel ini dikases pada tanggal 23 November 2007 dari http://www.pks-jaksel.or.id/
Arifin Thoha, Zainal. 400 Onta untuk Angkut Buku. Artikel ini diakses pada tanggal 23 November 2007 dari http://www.indomedia.com/
Goerge, A makdisi. Cita Humanisme Islam : Panorama kebangkitan intelektual dan budaya Islam dan pengaruhnya terhadap Renaisme Barat. Jakarta : serambi Ilmu, 2005
Institut Agama Islam negeri ( IAIN ). Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : IAIN, 1985
Junus, mahmud. Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta : Muhara, 1966
Nakosteen, Mehdi. Kontribusi Islam atas dunia Intelektual barat. Surabaya : Risalah Gusti, 1995
Sardar, Ziauddin. Tantangan Dunia Islam Abad 21. Bandung : Mizan, 1996

Minggu, Agustus 28, 2011

Rasa Waktu

Detik detik telah terlewati...

Semilir angin menghembus, menyibakkan rasa yang ada...

Olah rasa...Olah jiwa... menyatu dengan kalimat tak tergantikan...

Warna bunga yang dahulu memudar kini berganti....

Cerah matahari menghangatkan tubuh yang dingin...

Kini waktu kian berganti, dapatkah semua kan kembali atau terlewati???

Sabtu, Agustus 27, 2011

RAHASIA SHOLAT DHUHA

Judul : RAHASIA SHOLAT DHUHA : Menciptakan Prestasi gemilang dunia kerja.

Pengarang : Imam Musbikin

Penerbit : Mitra Pustaka

Tahun : 2008

Rasulullah bersabda tentang rahasia yang tersimpan dalam pelaksanaan sholat dhuha, yakni Alloh akan membangunkan istana bagi orang yang menjalankannya dan dosa-dosanya akan terampuni sampai bersih seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Bila melalui sabda-sabdanya, Rasulullah SAW menginformasikan keistimewaan sholat dhuha seperti itu, maka melalui contoh dan teladan Rasulullah SAW pula kita akan mendapatkan salah satu kunci kesuksesan beliau dala berbisnis, yang tak lain juga melalui pelaksanaan sholat dhuha.
Buku ini mengulas tuntas tentang rahasia yang tersimpan di balik pelaksaan sholat dhuha. Banyak permasalahan dan keterpurukan umat islam terutama dalam bidang usaha, bisnis dan pekerjaan sekarang ini., yang apabila ditelusuri bersumber dari pelaksanaan sholat dhuha yang disepelekan. Bahkan bukan hanya disepelekan tapi enggan menjalankan sholat dhuha lantaran menganggap bahwa sholat dhuha hanya menggangu pekerjaan. Padahal kenyataannya anggapan ini salah dan kurang mendasar. Namun sebaliknya malah sholat dhuha ternyata mampu menjadi pendorong untuk tercapai sebuah prestasi yang gemilang dalam dunia kerja ataupun berbisnis

                                                                                                       

Rabu, Juli 27, 2011

CINTA UNTUK AR-RAHMAN

Judul    : Cinta Untuk Ar-rahman
Penulis : Abdul Hakim El Hamidy
Penerbit : Republika
Tahun      : 2009

Buku kecil kumpulan kisah-kisah kehidupan yang menakjubkan dan memantapkan keyakinan. Salah satu di antaranya adalah kisah kehidupan habib, seorang yang kaya raya dan suka membungakan uang. Ia tinggal di kota Bashrah dan setiap hari berkeliling kota untuk menagih utang piutangnya.
            Hingga suatu saat hari ia mengalami kejadian yang membuat dirinya bertobat. Dia serahkan seluruh harta kekayaannya kepada orang-orang. Dan sejak saat itu, habib memalingkan wajahnya dari segala urusan dunia dan membaktikan dirinya kepada Alloh semata.
            Begitu banyak kejadian dalam kehidupan manusia di atas bumi yang pada akhirnya membuat kita harus kembali berserah diri kepada Alloh SWT secara total. Kisah-kisah kehidupan dalam buku ini Insya Alloh akan membuat keyakinan kita menjadi lebih mantap, seperti kisah Luqman Al-Habasyi dan tiga wanita pelacur, Sang pengembala yang bertakwa, Ibrahim dan pendeta, Sholat dan doa pengundang Malaikat, Demi cinta dan surga, doa seorang pedagang dan lainnya.
           

Senin, April 04, 2011

THE POWER OF LAYER STYLE



Judul :   The Power Of Layer Style

Penulis : Jubilee Enterprise

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun : 2011

Sebagian besar desainer dan fotografer digital menggunakan Layer style. Mengapa? Karena Layer Style yang ada di photoshop memang benar-benar sakti! Anda bisa menciptakan desain-desain yang memukau menggunakan layer Style tanpa harus Susah payah.
Buku The Power Of Layer Style mengupas kekuatan Layer style dalam desain Grafis. Semua Layer Style dalam photoshop akan dikupas tuntas agar anda memahami parameter-parameter apa saja yang ada dan bagaimana menggunakannya. Setelah memahami layer Style, anda akan diajak untuk berlatih menciptakan desain-desain hebat dan merasakan langsung kekuatan Layer style.

Minggu, Februari 27, 2011

Mawar Tersenyum

Tetesan embun yang jatuh di atas dedaunan mengguncang kesunyian pagi.

Dan biarkan mawar ini tersenyum melihat kebahagiaan yang diciptakan diantara yang mendambakan kasih sayang.

Ketika kesunyian telah pecah akan timbul hasrat dalam diri menari bersama indah nya cinta.

Cinta yang tak pernah hilang oleh waktu.

Pelangi Pagi


Keindahan pelangi memang indah ketika membentang indah diatas sanubari

Keragaman warna mengisyaratkan sesuatu yang harmonis dalam kehidupan

Semilir angin menyibakkan akan masa depan yang lebih cerah

Secerah matahari pagi yang menghangatkan jiwa-jiwa yang dingin

Setitik embun yang menetes di atas dedaunan mencairkan suasana hati yang beku

Beku akan kasih sayang yang sempat hilang dimakan oleh waktu

Akankan hadir kembali kasih sayang yang hilang seiring bergulirnya waktu

Yang tidak sempat orang-orang menikmatinya hanya untuk sesaat.

Simfoni Jiwa

Kelembutan hati mengalir di dalam jiwa yang tenang.

Setenang air yang mengalir, melewati celah-celah kecil batu karang.

Kicauan suara burung yang mengalun indah.

Damai indah mengalir bak semilir angin yang berhembus di antara hijaunya rerumputan padang ilalang.

Simphoni jiwa yang hadir dalam lubuk hati manusia tak dapat dielakkan.

Ketika kedamaian hadir di tengah kesemrawutan hilir mudik rutinitas yang menjebak.

Di saat itulah ketenangan akan datang dengan anggunnya.

Sabtu, April 04, 2009

Book Detector


Sulit juga yaa… mencari buku di perpustakaan kalau buku tersebut tidak ada di rak. Padahal sudah mencari di katalog atau bahasa kerennya sih OPAC yang kepanjangan dari Online Public Access Catalog. Bertanya ke petugas, petugasnya menunjukkan di rak yang sama, tapi buku yang dicari tidak ketemu juga. Kata petugasnya sih kalo gak dipinjem sama pengunjung yang lain atau dibaca sama pengunjung yang lain terus taroh di meja. Sulit juga ya mencari buku tersebut. Kalo di perpustakaan yang sudah terotomasi, buku yang dipinjam kethuan siapa yang meminjam, berapa eksemlar yang dipinjam, tanggal berapa dikembalikan ke perpustakaan. Tapi ada juga yang tidak dikembalikan oleh pengunjung sehingga buku tersebut terdeteksi masih dipinjam atau juga akibat kelalaian perpustakaan yang tidak menghilangkan daftar di katalog ketika mengadakan stock opname koleksi perpustakaan. Harusnya buku yang tidak ada di rak harus dikeluarkan dari dalam daftar katalog.
Di perpustakaan yang terotomasi buku yang ada di perpustakaan dipasangkan suatu pendeteksi buku yang disebut barcode. Barcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan,dan di perpustakaan pun semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Jadi kalau di supermarket barang yang tercantum kode barcode memudahkan untuk mengetahui harga barang tersebut, maka di perpustakaan barcode memudahkan petugas perpustakaan mengetahui data buku tersebut. Dan juga untuk mengamankan buku tersebut dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab. Jadi kalau ada yang mencuri buku tersebut akan ketahuan, Karena ada barcode di buku tersebut. Di setiap pintu keluar perpustakaan yang menerapkan system otomasi juga dipasangkan gate atau pintu gerbang yang mendeteksi seseuatau yang terpasang barcode. Kalo todak di nonaktifkan barcode yang ada di suatu buku maka gate tersebut akan berbunyi.
Tapi barcode tersebut terbatas hanya untuk mengetahui identitas buku tersebut dan juga untuk mengamankan buku tersebut dari tangan-tangan jahil, jadi tidak untuk menunjukkan buku tersebut berada. Mungkin suatu saatnya nanti teknologi barcode akan berkembang, sehingga dengan adanya barcode di buku tersebut kita dapat mengetahui keberadaan buku tersebut di perpustakaan lengkap dengan identifikasi yang lebih detail.
Jadi kta dapat lebih mudah untuk menemukan buku yang akan kita cari. Teknologi tersebut memudahkan untuk menemukan buku tersebut, apakah buku itu di rak atau di meja setelah ada orang yang baca. Jadi dengan hanya mencari suatu buku di katalog computer, kita dapat tahu buku tersebut ada dimana. Contohnya seperti ini, misalnya si A mencari buku dengan judul pengantar bisnis, kemudian langsung menuju ke computer untuk mencari judul buku yang dicari, si A mencai judul buku tersebut dan mendapatkannya. Si A tidak henya mendapatkan keterangan bibliografi buku dan keterangan buku tersebut ada di rak berapa, tapi di juga dapat mengetahui kalau misalnya buku tersebut sedang di baca oleh seseorang atau tergeletak di meja. Jadi kalau buku tersebut terdeteksi masih di rak di akan langsung mencari di rak yang ditunjukkan di catalog tapi jika terdapat di meja baca, maka di akan langsung menuju ke meja yang di sana terdapat buku yang si A cari.
Tetapi masalahnya adalah teknologi seperti apa yang dapat mecari hingga sedetail itu keberadaan buku tersebut. Dan juga misalkan kalau ada teknologi tersebut akan sangat jarang sekali perpustakaan yang punya teknologi seperti itu.

Selasa, Maret 31, 2009

PENTINGNYA MENGHARGAI WAKTU

PENTINGNYA MENGHARGAI WAKTU
Waktu…!!!! apa yang ada di pikiran anda jika berbicara tentang waktu. Waktu menurut pepatah adalah uang dan ada lagi yang mengatakan waktu adalah pedang. Tapi bukan masalah menurut kata pepatah, tapi bagaimana kita bisa mengelola waktu yang telah Allah swt berikan kepada seluruh hambanya. Manusia diberi waktu yang sama sehari yaitu 24 jam. Tapi waktu 24 jam itu ada yang sukses mengelola waktu dengan baik dan ada juga yang merasa kurang dengan waktu yang diberikan. Sesorang yang dapat mengelola waktu dapat dipastikan akan mengalami kesukseskan dalam hidupnya. Tidak hanya di dunia tapi di akhirat kelak dia akan mengalami kesuksesan seperti yang dirasakan di dunia.
Di bawah ini adalah renungan untuk kita semua agar kita dapat menghargai waktu yang telah Allah swt berikan kepada kita semua agar tidak menyesal di kemudian hari :

Untuk mengetahui nilai satu tahun, tanyakan seorang siswa yang gagal dalam ujian
Untuk mengetahui nilai satu bulan, tanyakan seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.
Untuk mengetahui nilai satu minggu, tanyakan seorang editor majalah mingguan.
Untuk menegtahui nilai satu hari, tanyakan seorang buruh harian yang punya 6 anak untuk diberi makan.
Untuk mengetahui nilai satu jam, tanyakan kekasih yang sedang menantikan waktu bertemu.
Untuk mengetahui nilai satu menit, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta.
Unuk mengetahi nilai satu detik, tanyakan seorang yang selamat dari kecelakaan.
Untuk mengetahui satu milidetik, tanyakan seorang yang memenangkan medali di olimpiade.

Diambil dari buku :
Judul :The 7 habits of Highly Effective teens,
Karangan :Sean Covey
Penerbit :Binarupa Aksara
Tahun terbit :2001

Kamis, Maret 12, 2009

USB BLUETOOTH

Bagaimana ya jadinya jika flask disk yang kita miliki mempunyai Bluetooth. Yang pastinya kita gak perlu repot-repot lagi untuk mentransfer data dari flashdisk tanpa bantuan komputer. Mungkin beberapa dari kita yang tidak memiliki komputer dan harus bersusah payah untuk mencari rental komputer hanya untuk sekedar transfer data dari flash disk teman kita ke flashdisk kita. Kita tidak mungkin membawa-bawa komputer jinjing ( laptop) setiap saat. Apalagi jika teman kita mempunyai sesuatu file penting ataupun foto kenangan, tapi kita gak punya laptop untuk mentransfernya. Mungkin nanti suatu saat akan ada yang namanya USB Bluetooth. Jadi dengan adanya USB Bluetooth, kita bisa saling transfer data antar flash disk tanpa harus mentransfer terlebih dahulu ke komputer atau laptop.

Rabu, Januari 16, 2008

Inter Library Loan Berbasis Otomasi

INTER LIBRARY LOAN BERBASIS OTOMASI

Oleh :

Nama : Mulki Arrahman

Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi


Pendahuluan

Setiap perpustakaan, baik kecil maupun besar perlu diatur dengan suatu sistem agar dapat memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat penggunanya. Setiap orang mengharapkan pelayanan yang baik, demikian pula pemakai perpustakaan. Pelayanan dikatakan baik apabila dapat dilakukan dengan :

1. Cepat, artinya untuk memperoleh layanan, orang tidak perlu menunggu terlalu lama,

2. Tepat waktu, artinya orang dapat memperoleh kebutuhannya tepat pada waktunya,

3. Benar, artinya pelayanan membantu perolehan sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan.[1]

Tugas pokok perpustakan adalah menghimpun bahan pustaka, mengolahnya, dan menyajikannya untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemakainya. Bahan pustaka dapat berupa buku dan non buku, yang berisi informasi seperti : teori ilmu pengetahuan, gagasan, pengalaman seseorang, atau penemuan baru. Yang dimaksud dengan non buku antara lain adalah: film, kaset , tape. Buku dan non buku adalah tempat untuk mewadahi informasi.

Bila pengguna sebuah perpustakaan banyak menggunakan perpustakaan lain bisa jadi ada masalah dengan koleksi perpustakan itu. Namun bisa juga ada hal lain yang menyebabkan penggunanya lebih suka menggunakan perpustakaan lain seperti petugas di perpustakaan lain lebih ramah, pelayannya lebih baik, keadaan perpustakaannya lebih nyaman, lebih mudah dan cepat menemukan buku di rak, lebih dekat dengan rumah atau kantornya, jam bukanya lebih sesuai dengan waktu yang dimiliki, tempat parkirnya lebih mudah dan aman dan berbagai alasan lainnya yang tidak ada hubunnnya dengan kecukupan koleksi. Tetapi tetap saja ada kemungkinan bahwa sumber dari semua masalah adalah koleksi yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pustakawan harus mencari informasi mengapa hal itu terjadi dan alasan utama terjadi penggunaan perpustakaan lain oleh komunitasnya.[2]

Pustakawan pengembangan koleksi juga harus secara berkala memeriksa data pinjam antar perpustakaan. Bila ada buku atau jurnal yang tidak dimiliki perpustakaan, tetapi sering diminta melalui pinjam antar perpustakaan, berarti buku atau jurnal itu mempunyai peminat yang tinggi, sehingga sewajarnya bila buku atau jurnal itu dimiliki oleh perpustakaan. Bila buku atau jurnal itu sudah dikoleksi, tetapi juga banyak diminta melalui pinjam antar perpustakaan, berarti diperlukan duplikat yang lebih banyak untuk buku tersebut. Untuk jurnal yang biasanya sangat mahal harga berlanggannya, perlu dipikirkan bagaimana sistem baca di tempat yang lebih memberikan kesempatan yang merata kepada penggunanya. [3]

Sebagai pusat informasi perpustakaan saat ini harus memberikan layanan yang nyaman, aman dan lengkap bagi penggunanya. Selain kelengkapan koleksi, pelayanan dan ragam informasi yang diberikan sangat dituntut oleh pengguna. Usaha-usaha untuk pengembangan koleksi ada bermacam–macam, antara lain dengan mendirikan electronic library / digital library dimana fasilitas ini memungkinkan pengguna dapat mencari informasi di perpustakaan dengan mudah, cepat dan tepat dan tidak menutup kemungkinan untuk mencarinya di perpustakaan lain yang serupa ( electronic library ) dan sudah terkoneksi dengan jaringan internet.

Fenomena di atas memaksa perpustakaan untuk menjadikan internet sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perpustakaan. Jadi kalau semula, layanan informasi perpustakaan diberikan melalui staf perpustakaan dan koleksi perpustakaan, maka kini layanan informasi dapat diberikan melalui internet. Pelayanan internet kini menjadi bagian integral dari perpustakaan. Adanya pelayanan internet di perpustakaan memberi warna modern pada perpustakaan.

Penerapan TI dalam bidang layanan sirkulasi pada sebuah perpustakaan dapat meliputi banyak hal diantaranya adalah layanan peminjaman dan pengembalian, statistik pengguna, administrasi keanggotaan dll. Selain itu dapat juga dilakukan silang layan antar perpustakaan atau Inter Library Loan (ILL ) yang lebih mudah dilakukan apabila teknologi informasi sudah menjadi bagian dari layanan sirkulasi ini.[4]

Inter Library Loan

Perkembangan perpustakaan tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan perpustakaan sangat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Ketiganya saling mendukung satu dengan yang lainnya, perpustakaan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan melalui penyimpan berbagai informasi dan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, sedangkan teknologi informasi memberikan dukungan pada kemudahan akses dan sistem informasi dalam sebuah perpustakaan.

Electronic library adalah salah satu fasilitas pencarian informasi / koleksi di perpustakaan lain tanpa dapat meminjamnya, untuk itu maka harus dirancang kerjasama dengan perpustakaan lain dalam bentuk kerjasama antar perpustakaan yang biasa disebut Inter Library Loan ( ILL ). Inter Library Loan atau yang biasa disebut atau dikenal sebagai ILL, merupakan rangkaian proses dimana terjadi sebuah pertukaran informasi baik secara fisik maupun non fisik dalam dunia perpustakaan di Indonesia ILL lebih kearah pertukaran koleksi perpustakaan yang lebih ditekankan dalam koleksi buku atau fisik. ILL terjadi apabila terdapat 2 koleksi atau lebih perpustakaan yang saling bertukar koleksi atau silang koleksi[5]. Melalui kerjasama yang dibangun diharapkan akan terjadi simbiosis mutualisme, dimana tercipta iklim yang saling menguntungkan karena keberagaman koleksi akan dicapai dengan biaya yang minim. Jumlah koleksi yang tersedia dalam lingkup kerjasama akan menjadi lebih bervariasi, sehingga kebutuhan pengguna informasi manjadi lebih terpenuhi tukar menukar bahan pustaka yang tidak relevan dapat ditukarkan dengan perpustakaan lain. Dalam pertukaran bahan pustaka perlu diadakan persetujuan tukar menukar lebih dahulu. Tujuan pertukaran adalah :

a) Untuk memperoleh buku-buku tertentu yang tidak dapat dibeli di toko buku atau dengan alasan lain,

b) Sistem pertukaran memberi jalan bagi perpustakaan untuk membuang buku-buku duplikat dan hadiah yang tidak sesuai,

c) Pertukaran mengembangkan kerjasama yang baik antar perpustakaan.

Cara Tukar menukar bahan pustaka :

a) Perpustakaan yang mempunyai bahan pustaka lebih ( duplikat ) atau yang sudah tidak diperlukan lagi disusun dalam bentuk daftar, untuk ditawarkan. Sebelum ditawarkan setiap bahan pustaka harus diproses terlebih dahulu sesuai peraturan yang berlaku untuk dinyatakan dapat dikeluarkan dari inventaris perpustakaan yang bersangkutan. Dan daftar penawaran disusun menurut subjek kemudian menurut pengarang dan judul. Sedang daftar majalah disusun menurut judul, tahun dan nomor terbitan.

b) Perpustakaan mengirimkan penawaran kepada perpustakaan lain yang diperkirakan memiliki koleksi yang sesuai dengan bahan pustaka. Yang ditawarkan dan telah mempunyai hubungna kerjasama.

c) Perpustakaan yang menerima penawaran, mempelajari tawaran yang diterima beserta persyaratannya dan membandingkan dengan kebutuhan dan kebijakan pengembangan koleksi perpustakannya sendiri.

d) Perpustakaan yang menerima tawaran pertukaran dari perpustakaan lain, memilih bahan pustaka yang sesuai dan memilih bahan penukar yang sesuai bobotnya serta menyusunnya dalam daftar bahan pustaka yang akan ditawarkan sebagai bahan penukar.

e) Kemudian perpustakaan yang telah menerima tanggapan atas penawarannya, melakukan penilaian keseimbangan bahan pertukaran tentang subjek dan bobotnya.

f) Apabila kedua perpustakaan telah sepakat, maka tukar menukar dapat dilaksanakan.

g) Setelah menerima bahan pertukaran, masing-masing perpustakaan mengolahnya sesuai dengan prosedur penerimaan dan inventarisasi.[6]

Penutup

Dengan adanya sistem yang dilakukan oleh perpustakaan yaitu Inter Library Loan atau pinjam antar perpustakaan dapat membuat para pengguna perpustakaan dapat dengan mudah mendapatkan koleksi yang diinginkan dan tidak perlu bersusah payah mencari perpustakaan yang lengkap. Dan dengan adanya internet saat ini, pinjam antar perpustakaan secara online dapat dilakukan sehingga pengguna dapat meminjam koleksi yang ada di perpustakaan langsung dari rumah. Tidak hanya pengguna saja yang dapat diuntungkan dengan adanya internet, perpustakaan pun sebenarnya dapat diuntungkan dengan adanya internet. Dengan internet, perpustakaan :

a) Mampu lebih melancarkan proses silang layan yang sudah ada.

b) Membentuk jaringan informasi dengan lembaga-lembaga informasi baik tingkat lokal, nasional, regional, maupun internasioanal.

c) Lebih dapat menyebarluaskan peran dan fungsi serta keberadannya kepada masyarakat luas.

d) Memperingkat waktu yang digunakan oleh pemakai untuk menelusur informasi yang dimilki perpustakaan.[7]

Daftar Pustaka

Arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/LPBTI.doc diakses tanggal 11 januari 2008

http://anduz.blubox.us/index.php/2007/11/28/inter-library-loan-perpustakaan-di-bandung/ diakses tanggal 7 januari 2008

http://bpip-art. Blogspot.com/2006_10_01_archive.html diakses tanggal 11 januari 2008

http://media.diknas.go.id/media/document/5096.pdf diakses tanggal 11 januari 2008

http:www.journal.unair.ac.id/login/jurnal/filer/j.%20Din.%20Sos.%2051%20april%202004%Bo65D.pdf diakses tanggal 12 Januari 2008

Soeatminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan.Yogyakarta: Kanisius, 1992.



[1] Soatminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan.yogyakarta : Kanisius, 1992. hal 17.

[2] http://bpip-art. Blogspot.com/2006_10_01_archive.html

[3] ibid

[4] Arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/LPBTI.doc

[5] http://anduz.blubox.us/index.php/2007/11/28/inter-library-loan-perpustakaan-di-bandung/

[7] http:www.journal.unair.ac.id/login/jurnal/filer/j.%20Din.%20Sos.%2051%20april%202004%Bo65D.pdf

Selasa, Januari 15, 2008

PROMOSI PERPUSTAKAAN

Oleh: Mulki Arrahman

Promosi merupakan elemen penting dalam memeberikan informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini, promosi prpustakaan kepada masyarakat merupakan bagaian dari memebuat masyarakat tertarik untuk datang ke perpustakaan dan memenfaatkan layanan yang tersedia. Pustakawan perlu melakukan aktifitas promosi terhadap program, koleksi dan layanan yang ada di perpustakaan, jika ingin keberadaan perpustakaan dimanfaatkan secara efektif dan mendapat dukungan dari seluruh pihak dimana perpustakaan itu berada. Hal ini berarti bahwa promosi perpustakaan dilakukan untuk memeberitahukan kepada orang lain hal-hal apa yang ditawarkan oleh perpustakaan. Maka jika pustakawan tidak mempromosikan keberadaan perpustakaan, jangan pernah heran kalau hanya segelintir orang saja yang mau berkunjung ke perpustakaan.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk promosi perpustakaan, dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

1. Sarana

Ada beberapa sarana yang dapat dibuat oleh perpustakaan itu sendiri untuk promosi, seperti membuat brosur, booklet, mendisain logo perpustakaan, menempelkan poster di tempat keramaian, membuat bookmark atau pembatas buku menarik yang diminati para pengunjung dan lain-lain

2. Mengadakan Program Khusus

Program khusus di perpustakaan diadakan guna memeberi tahu kepada orang lain bahwa di perpustakaan tersebut mempunyai kegiatan yang dapat mendukung proses belajar, jadi menghilangkan image bahwa perpustakaan merupakan hanya tempat membaca buku yang memebosankan atau lebih mengkhawatirkan lagi bahwa perpustakaan hanya tempat untuk tumpukan buku yang tidak terpakai.

Jenis program khusus yang dapat diadakan seperti:

· Pendidikan pemakai

· Melakukan berbagai perlombaan

· Bimbingan membaca

· Pemutaran VCD atau Film

· Story telling

3. Promosi melalui Media

Promosi perpustakaan sekolah melalui media dapat dilakukan seperti melalui media tv, radio, maupun media cetak seperti memasang iklan di Koran, atau majalah. Namun untuk promosi melalui media tersebut, perpustakaan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit

4 Pesan yang disamapaikan secara langsung

Salah satu kegiatan promosi yang tidaka menghabiskan dana adalah memberikan layanan yang berkulaitas dan bertingkah laku baik kepada para pengunjung perpustakaan. Dengan bersikap ramah kepada pengunjung, maka pengunjung akan merasa nyaman di perpustakaan. Jadi jika pengunjung tersebut dapat memeberitahukan orang lain apa yang dirasakan

Sabtu, Desember 22, 2007

DAULAH FATHIMIYAH DI MESIR

Nama : Mulki Arrahman

Nim : 104025000871

Jurusan : Ilmu Perpustakaan

Fakultas : Adab dan Humaniora

Semester : VI

Mata Kuliah:Sejarah Peradaban Islam

DAULAH FATHIMIAH DI MESIR

Dinasti Fathimiyah berdiri tahun 297-567 H /909-1171 M semula di Afrika Utara kemudian di Mesir di Syiria. Dinasti ini beraliran syiah Ismailiyah dan pendirinya Ubaidillah al-Mahdi yang datang dari Syria ke Afrika Utara menisbahkan nasabnya hingga Fathimah binti Rasullulah SAW istri Ali Bin Abi Thalib.

Ketika Bani Fathimiah yang berkuasa di Afrika Utara sekitar 60 tahun, sebelum kemudian pindah ke Mesir tahun 973 M, juga telah memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap perkembangan peradaban di daerah itu. Salah satu peninggalan terbesar bagi peradaban Islam yang dicapai adalah Perguruan Tinggi (Masjid) Al-Zaituna.. Universitas yang berada di Tunisia itu merupakan Universitas tertua di dunia Islam berdiri tahun 976 M. tetapi pembangunan Universitas Itu sesungguhnya dilaksanakan setelah pusat pemerintahan pindah ke Mesir.

· Peninggalan Peradaban

Kota Kairo dibangun pada tanggal 17 Sya’ban 358 H/969 M oleh penglima perang dinasti Fathimiah yang beraliran Syi’ah, Jawhar al-Siqili, atas perintah Khalifah Fathimiah, al-Mu’izz Lidinillah (953-975), sebagai ibu kota kerajaan dinasti tersebut. Bentuk kota ini hampir merupakan segi empat. Di sekelilingnya dibangun pegar tembok besar dan tinggi, yang sampai sekarang masih ditemui peninggalannya. Pagar tembok ini memanjang dari masjid Ibn tulun sampai ke Qal’at Al-Jabal, memanjang dari Jabal Al-Muqattam sampai ke tepi sungai Nil. Daerah-daerah yang dilalui oleh dinding ini sampai sekarang disebut al-Husainiyah, bab al-luk, Syibra, dan Ahya Bulaq

Wilayah kekuasaan Dinasti Fathimiah meliputi Afrika Utara, Sicilia, dan Syria. Berdirinya kota kairo sebagi ibu kota kerajaan diprakarsai oleh khalifah al-Mui’izz Lidinillah yang datang ke Mesir tahun 362 H/973 M memasuki kota Iskandariyah, kemudian menuju kota Kairo. Setelah pembangunan kota Kairo selesai lengkap dengan istananya.Al-Siqili mendirikan Masjid Al-Azhar. 17 Ramadhan 359 H ( 970 M). Masjid ini berkembang menjadi sebuah universitas besar yang sampai sekarang masih berdiri megah. Nama Al-Azhar diambil dari az-Zahra, julukan Fathimah, puteri Nabi Muhammad SAW dan istri ‘Ali ibn Abi Thalib, Imam Pertama Syiah. Perguruan tinggi Al-Azhar sangat berperan dalam meningkatkan kebudayaan dan peradaban Islam, baik di negeri Arab atau di negeri bukan Arab. Selama berabad-abad perguruan Tinggi Al-Azhar menjadi pusat pendidikan dan pertemuan para pelajar seluruh dunia dan menimba pengetahuan agama Islam.

· Para khalifah yang memimpin pada masa Daulah Fathimiyah

Periode Fathimiah dimulai dengan al-Mu’izz dan puncaknya terjadi pada masa pemerintahan anaknya, al-Aziz. al-Mu’izz Lidinillah dan ‘Aziz (975-996 M) di Mesir dapat disejajarkan dengan Harun al-Rasyid dan al-Ma’mun di Baghdad.

Khalifah-kalifah Daulah Fathimiyah secara keseluruhan ada empat belas orang, tetapi yang berperan adalah:

1. Ubaidillah al-Mahdi

2. Qo’im (322 H/934 M)

3. Mansur (334 H/945 M)

4. Mu’izz (341 H/952 M)

5. Aziz (364 H/973 M)

6. Hakim (386 H/996 M)

7. Zahir (411 H /1020 M)

8. Mustansir (427 H/1035 M).

· Sumbangsih para khalifah

Pada masa pemerintahan al-Aziz, mengadakan program dengan mendirikan Masjid-masjid, istana, jembatan, dan kanal-kanal baru. Pada masa Aziz Billah dan Hakim Biamrillah, terdapat seorang mahaguru bernama Ibn Yunus yang menemukan pendulum dan ukuran waktu dengan ayunannya. Karyanya Zij al-Akbar al-Hakimi diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Dia meninggal pada tahun 1009 M dan penemuan-penemuannya diteruskan oleh Ibn an-Nabdi (1040) dan Hasan Ibn Haitham, seorang astronom dan ahli optika. Yang disebut terakhir menemukan sinar cahaya datang dari objek ke mata dan bukan keluar dari mata lalu mengenai benda luar.

Pada masa pemerintahan al-Hakim (996-1021 M), didirikan Bait Al-Hikmah, terinspirasi dari lembaga yang sama yang didirikan di Cordova dan al-Ma’mun di Baghdad. Dilengkapi dengan perpustakaan yang bernama Dar Al-Ulum yang diisi dengan bermacam-macam buku tentang bermacam-macam ilmu. Lahir sarjana-sarjana dalam bermacam-macam ilmu, diantaranya yang terkenal adalah Ibn Haitsam yang di Barat disebut dengan al-Hazen. Bukunya kitab al-Manazhir mengenai ilmu cahaya diterjemahkan ke dalam bahasa latin di masa Gerard of Cremona dan disiarkan tahun 1572.

Di masa khalifah ke-8 Mustansir pengembangan ilmu makin semarak dengan perpustakaan Negara yang dipenuhi dengan 200.000 buah buku. Zaman khalifah-khalifah ini Mesir mengalami kemakmuran. Perdagangan juga berkembang ke segala arah, ke India, ke Italia, dan Laut tengah barat, dan kadang-kadang ke Byzantium. Kota Kairo menjadi kota internasional yang berkembang produksi-produksinya. Kemakmuran penduduknya juga merangsang timbulnya pemikiran dari seluruh Dunia Islam karena semangat intelektualnya dan semangat toleransinya.

Sumber bacaan:

· Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam,ed.1,cet.3. Jakarta: PT Rajagrafindo

Persada,1995.

· Dudung Abdurrahman(et.al),editor Siti Maryam(et.al), Sejarah Peradaban Islam

Dari Masa Klasik Hingga Modern.Yogyakarta: Fakultas Adab, 2002.

· Mufrodi Ali, Islam di Kawasan Kebudayaan Arab,Cet.1 Jakarta: Logos, 1997.

· Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik:Perkembangan ilmu pengetahuan islam . Jakarta: Prenada Media, 2003.